Toren air Anda mengeluarkan bau tak sedap yang mengganggu? Mulai dari aroma amis, telur busuk, hingga tanah lembap yang menyebar ke seluruh pipa, biasanya berasal dari toren kotor penuh lumut dan bakteri. Masalah ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga picu risiko kesehatan keluarga seperti iritasi kulit, diare, atau masalah pencernaan akibat bakteri dan lumut yang ada di dalam toren.
Oleh karena itu, artikel ini akan membahas lengkap penyebab akar masalahnya, langkah praktis cara mehilangkan bau tak sedap, hingga perawatan rutin yang harus dilakukan agar toren tidak mengeluarkan bau tak sedap lagi. Ikuti panduan sederhana ini, hemat biaya jasa cleaning dan air rumah kembali jernih sehat!
Penyebab Utama Bau Tak Sedap di Toren Air

Berikut beberapa penyebab utama yang membuat toren air mengeluarkan bau tak sedap.
1. Endapan Lumpur dan Kotoran
Endapan seperti pasir halus atau lumpur dari air sumur sering mengendap di dasar toren dan membusuk seiring waktu. Proses pembusukan ini menghasilkan senyawa organik yang difermentasi oleh bakteri, memicu bau busuk seperti tanah basah.
2. Pertumbuhan Lumut dan Alga
Sinar matahari yang masuk melalui toren (khususnya bahan non-anti-UV) merangsang fotosintesis, sehingga lumut dan alga tumbuh subur dan menimbulkan bau. Alga memproduksi klorofil dan zat organik yang mudah membusuk, seperti halnya bau rumput basah. Itulah yang menjadi salah satu penyebab timbulnya bau pada toren.
3. Mikroorganisme dan Bakteri
Bakteri anaerob, seperti Desulfovibrio, tumbuh subur di lingkungan yang kotor dan menghasilkan gas berbau amis atau belerang. Mereka hidup tanpa oksigen dan menguraikan zat organik menjadi hidrogen sulfida (H2S), yang menyebabkan bau seperti telur busuk.
4. Penutup Tidak Rapat
Celah pada tutup toren memungkinkan debu, sampah organik, serangga, atau hewan kecil masuk dan membusuk di dalam. Kontaminan ini menjadi sumber makanan bagi mikroba, mempercepat pembusukan. Pastikan tutup kedap udara dan periksa secara berkala untuk hindari masuknya hama.
5. Air Mengendap Terlalu Lama
Air yang tidak bersirkulasi lama hari kehilangan oksigen, menjadi basi, dan menimbulkan bau apek.
Kondisi stagnan memungkinkan bakteri aerobik mati dan anaerob mendominasi, menghasilkan bau seperti air rawa. Sirkulasi air minimal seminggu sekali atau gunakan pompa otomatis.
6. Material Toren Berkualitas Rendah
Toren non-food grade bereaksi kimia dengan air, menyebabkan bau plastik atau kimiawi. Bahan murah seperti polietilen rendah lepaskan senyawa volatil saat terpapar air dan panas. Pilih toren bersertifikat food-grade agar kenyamanan dan kesehatan terjaga.
7. Pipa Kotor atau Karatan
Sedimen, karat, atau kotoran dari pipa instalasi masuk ke toren, memperburuk kontaminasi. Karat (besi oksida) bereaksi dengan air menghasilkan bau besi amis, sementara sedimen organik menambah nutrisi bagi bakteri.
Cara Menghilangkan Bau Tak Sedap dari Dalam Toren Air Rumah

Berikut langkah-langkah yang dapat Anda simak mengenai cara menghilangkan bau tak sedap dari dalam toren.
1. Kuras Tangki Air Sampai Habis
Air sisa di dalam tangki sering kali mengandung lumpur, endapan, dan kotoran yang menumpuk di dasar. Kuras seluruh isi tangki hingga benar-benar kering agar tidak ada sisa air yang dapat menjadi sumber bau dan pertumbuhan mikroorganisme. Langkah ini menjadi awal yang penting untuk memastikan proses pembersihan berikutnya berjalan maksimal.
2. Sikat Dinding Tangki Sampai Kinclong
Lumut, biofilm, dan kotoran lengket sering menempel di dinding tangki. Gunakan sikat lembut agar permukaan tidak rusak, dan bersihkan hingga bersih dan kinclong. Membersihkan secara menyeluruh mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan bau tidak sedap serta kontaminasi air.
3. Rendam dengan Pembersih Aman
Untuk menghilangkan bau dan membunuh kuman secara alami, rendam bagian dalam tangki dengan bahan aman seperti baking soda, cuka putih, atau sanitizer food-grade. Bahan ini efektif membersihkan tanpa meninggalkan residu berbahaya, menjaga air tetap higienis dan aman untuk dikonsumsi.
4. Bilas Berulang Hingga Jernih
Setelah proses rendaman, bilas tangki dengan air bersih berulang kali hingga air bilasan benar-benar bening dan tidak berbau. Langkah ini penting untuk menghilangkan sisa-sisa pembersih agar tidak mencampur dengan air yang akan digunakan.
5. Keringkan Tangki Sebelum Isi Ulang
Pastikan tangki benar-benar kering sebelum diisi ulang. Kelembapan yang tersisa dapat memicu pertumbuhan lumut dan bau tidak sedap di kemudian hari. Biarkan tangki mengering secara alami dengan ventilasi yang baik agar kelembapan berlebih hilang.
6. Sterilkan dengan Air Panas
Semprotkan air panas ke seluruh bagian dalam tangki untuk membunuh mikroba dan bakteri yang mungkin masih tertinggal, terutama jika sumber air berasal dari sumur atau bukan dari PDAM. Pastikan suhu air panas tidak merusak material tangki agar tetap awet.
7. Tutup Tangki Rapat-Rapat
Setelah proses pembersihan, tutup tangki dengan rapat agar tertutup kedap udara. Langkah ini menghindari masuknya debu, serangga, hewan kecil, serta sinar matahari yang dapat memicu pertumbuhan lumut dan bau.
8. Pasang Filter di Pipa Masuk
Pasang filter pada pipa masuk agar partikel kasar seperti pasir, daun, dan kotoran tidak langsung masuk ke dalam tangki. Ini membantu mengurangi endapan dan menjaga kebersihan air secara jangka panjang.
9. Bersihkan Secara Rutin
Jadwalkan pembersihan tangki setiap 3-6 bulan sesuai dengan sumber air yang digunakan. Pembersihan rutin ini sangat penting untuk menjaga kebersihan tangki, mencegah bau, dan memastikan kualitas air tetap terjaga.
10. Ganti Tangki Rusak
Jika tangki sudah retak, pudar, atau terkontaminasi secara berat dan sulit dibersihkan, sebaiknya diganti dengan yang baru. Penggantian ini penting untuk memastikan air yang digunakan tetap aman dan berkualitas tinggi.
Tips Pencegahan dan Perawatan Rutin Agar Bau Tidak Kembali Muncul pada Toren Air

Untuk mencegah terjadinya kembali toren air bau tak sedap. ikuti cara berikut.
1. Pilih Tangki Air Unggulan
Ambil tangki dari bahan kokoh, food-grade, tahan lumut, dan anti-UV agar air tetap segar serta bebas kontaminasi bau jangka panjang. Bahan seperti PE/PP berkualitas tinggi tak bereaksi kimia dengan air, blokir sinar matahari yang picu alga, dan sertifikasi food-grade pastikan aman untuk minum. Setelah itu, pilih ukuran sesuai kebutuhan rumah agar tidak overcapacity.
2. Jaga Kebersihan di Sekitar Toren
Jauhi area toren dari kotoran, genangan, atau sampah yang bisa cemari air, sehingga kebersihan lingkungan ini dapat menjaga kualitas air tetap prima. Debu atau sampah organik mudah masuk via celah dan jadi nutrisi bakteri. Untuk itu sapu rutin, drainase baik, dan jauhkan dari pohon atau pun daun jatuh untuk cegah kontaminasi dari luar.
3. Rawat dengan Jadwal Ketat
Tetapkan rutinitas inspeksi, bersihkan, dan cek sumber air secara berkala untuk deteksi dini masalah dan cegah bau sepenuhnya. Cek bulanan untuk retak atau tutup yang longgar, bersihkan setiap 3-6 bulan tergantung air sumur atau PDAM, gunakan kalender reminder agar tidak lupa dan tangki awet hingga 10 tahun.
Agar pembersihan toren air rumah dapat lebih maksimal, pertimbangkan menggunakan jasa profesional. Mereka memiliki peralatan khusus dan prosedur keamanan yang lebih baik.
Kami menyediakan jasa bersih toren profesional yang membantu Anda dalam berbagai kebutuhan termasuk pembersihan toren air bawah rumah. Hubungi Kami untuk informasi lebih lanjut.
Kesimpulan
Bau tak sedap dari toren disebabkan oleh endapan, lumut, mikroorganisme, bahan berkualitas rendah, dan pipa kotor. Untuk mengatasinya, lakukan pembersihan rutin seperti menguras, membersihkan, dan menutup rapat toren. Perawatan preventif seperti memilih bahan berkualitas, menjaga kebersihan lingkungan, dan inspeksi berkala akan mencegah bau kembali. Dengan perawatan tepat, air di toren tetap bersih, aman, dan sehat untuk keluarga.
